Xabi Alonso Tahu Cara Maksimalkan Ozil di Arsenal

Xabi Alonso Tahu Cara Maksimalkan Ozil di Arsenal

Xabi Alonso Tahu Cara Maksimalkan Ozil di Arsenal

Xabi Alonso Tahu Cara Maksimalkan Ozil di Arsenal

Mantan gelandang Real Madrid, Xabi Alonso, tampaknya sedikit prihatin melihat kawannya, yakni Mesut Ozil kesulitan di Arsenal. Kesulitan yang dimaksud adalah terkait Ozil yang mulai jarang mendapatkan waktu bermain di klub berjuluk The Gunners –julukan Arsenal– tersebut.

Terlebih semenjak kedatangan Unai Emery pada musim 2018-2019 kemarin, yang mana semakin membuat Ozil kesulitan untuk mendapatkan jatah bermain. Jarangnya Ozil pun bukan tanpa alasan. Sebab Emery menilai Ozil bermain kurang maksimal setiap kali diturunkan.

Apalagi ketika Ozil dipaksa bermain di sisi sayap, yang mana bukanlah posisi terbaik dari pemain asal Jerman tersebut. Karena bermain di luar posisi terbaiknya, Ozil pun tak terlalu banyak berkontribusi untuk Arsenal. Hal tersebut menjadi salah satu alasan yang membuat Emery enggan memainkan Ozil.

Melihat hal tersebut, Alonso pun membela Ozil. Menurut Alonso, kurang maksimalnya Ozil karena sebenarnya pemain tersebut tak pernah dibiarkan bermain di posisi terbaiknya, yakni sebagai seorang playmaker yang bermain di lini tengah lapangan. Padahal jika dibiarkan bermain di posisi tersebut, maka Ozil bisa tampil sangat baik seperti masih membela Madrid beberapa tahun yang lalu.

“Sebagian besar ketika kami masih dilatih oleh Jose Mourinho (di Madrid), kami sering memainkan dua gelandang, yakni saya sendiri dan Sami Khedira. Karena Sami memiliki banyak energi, maka ia bakal bermain dari tengah,” terang Alonso, mengutip dari Fooball London, Kamis (29/8/2019).

“Untuk Ozil, di tempatkan di antara kami (dan penyerang). Dia sangat sempurna bermain di sana karena dapat mengisi tempat yang sangat sulit lantaran mendapatkan banyak tekanan oleh lini pertahanan lawan. Saya selalu mencarinya untuk diberikan umpan, karena dengan sentuhannya dan kontrolnya yang bagus, dia bisa langsung menyerang ke titik pertahanan musuh,” sambungnya.

“Kami saat itu memiliki hubungan yang sangat baik, tentu karena juga karena adanya Cristiano Ronaldo. Dia dulu sering bermain di sayap kiri dan Angel Di Maria di sayap kanan. Ronaldo membuat segalanya lebih mudah, karena setiap saya mendapatkan bola, maka saya tinggal mencarinya dan dia menyelesaikan bola dengan kemampuan individunya,” tutupnya.