Waspada, Inilah Risiko yang Terjadi Jika Kamu Terlalu Banyak Tidur

Waspada, Inilah Risiko yang Terjadi Jika Kamu Terlalu Banyak Tidur

Waspada, Inilah Risiko yang Terjadi Jika Kamu Terlalu Banyak Tidur

Waspada, Inilah Risiko yang Terjadi Jika Kamu Terlalu Banyak Tidur

Semakin dewasa, tidur kelihatannya jadi urusan yang tak semudah dilaksanakan seperti saat masih kecil. Berbagai evolusi yang terjadi dalam rutinitas dan gaya hidup pun memengaruhi pola tidur. Seringnya, sekarang selalu perlu waktu lebih tidak sedikit untuk tidur.

Tenang saja, anda bukan satu-satunya orang yang berada dalam situasi ini. Namun, urusan ini bukan berarti anda jadi pasrah dan tidak mempedulikan diri untuk istirahat terus menerus. Pasalnya, ada tidak sedikit isu yang akan kamu alami andai terlalu tidak sedikit tidur laksana berikut ini, lho!

1. Lebih gampang untuk terserang obesitas
Jangankan obesitas, naik berat badan 3 kg saja sudah buat senewen, kan? Nah, menurut keterangan dari Elizabeth McDevitt PhD dari Sleep and Cognition Lab di Univesrity of California Riverside, istirahat terlalu tidak sedikit termasuk sebab efek dari depresi, sleep apnea, atau obat-obatan, dapat meningkatkan risiko eskalasi berat badan. Adapun suatu studi dari Kanada mengindikasikan sebanyak 25 persen orang-orang yang terlalu tidak sedikit tidur ingin mengalami eskalasi berat badan sejumlah 5 kg dan 21 persen lebih tinggi merasakan obesitas.

2. Mulai merasa tidak jarang sakit kepala

Efek ini tak melulu berlaku bila anda kekurangan tidur, tetapi pun bila dalam situasi sebaliknya. Dr. McDevitt menuliskan bahwa situasi ini disebabkan adanya ketidaktetapan neurotransmiter saat tidur yang dapat merangsang sakit kepala. Kemungkinan lainnya ialah saat istirahat yang dilaksanakan sudah sampai mendahului waktu sarapan, anda jadi ikut-ikutan merasakan kadar gula darah yang rendah, dehidrasi, atau bahkan kelemahan asupan kafein (bila terbiasa minum kopi).

3. Otak tak bermanfaat dengan optimal

Di samping sakit kepala, kamu pun akan mengalami situasi yang mempunyai nama brain fog dan membuatmu jadi susah berkonsentrasi. Sebuah studi dari Harvard pun menunjukkan bahwa perempuan yang lebih tua dan istirahat lebih dari 9 jam masing-masing hari memilki keterampilan kognitif yang lebih buruk serta merasakan penuaan dini lebih mula 2 tahun.

Penelitian lebih lanjut pun menunjukkan hubungan antara istirahat terlalu tidak sedikit dan demensia. Dr. McDevitt pun mengatakan bahwa istirahat terlalu tidak sedikit dapat pula menjadi tanda adanya gangguan kesehatan maupun sirkadian tubuh.

4. Lebih mudah merasakan depresi
Depresi bisa menjadi efek maupun penyebab dari istirahat yang berkepanjangan. Beberapa penelitian pun menunjukkan hubungan yang paling signifikan dari terlalu tidak sedikit tidur dengan gangguan mental. Sebagaimana yang dikatakan dr. McDevitt, kegiatan fisik pun memberi pengaruh terhadap menurunkan risiko depresi sebab meningkatkan kadar endorfin dan mendistraksimu dari stimulasi yang mengakibatkan stres.

5. Gampang merasa pegal atau sakit pada tubuh
Kurangnya kegiatan fisik sebab terlalu tidak sedikit menghabiskan masa-masa berbaring di lokasi tidur bakal membuatmu jadi lebih gampang merasa pegal, terutama andai kamu punya masalah dengan punggung maupun pinggang. Michael J. Brus PhD dari The Sleep Doctor menuturkan bahwa urusan ini diprovokasi oleh posisi berbaring yang terlampau lama atau matras yang digunakan.

Setelah rutinitas yang panjang, sesekali istirahat lebih lama dari masa-masa biasa khususnya di akhir pekan ialah hal yang paling manusiawi. Namun, tidak boleh sampai ini jadi kelaziman dan membuatmu tersiksa di lantas hari, ya!