Waspada, Anak Juga bisa Menderita Skizofrenia, Moms!

Waspada, Anak Juga bisa Menderita Skizofrenia, Moms!

Waspada, Anak Juga bisa Menderita Skizofrenia, Moms!

Waspada, Anak Juga bisa Menderita Skizofrenia, Moms!

togel hongkongkong 2018 hari iniMoms, pernah mendengar istilah skizofrenia? Ini adalahgangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses beranggapan dan tanggapan emosi yang lemah. Kondisi ini lazimnya ditandai dalam format halusinasi, cara berkata dan beranggapan yang kacau, serta sulit memisahkan antara fakta dan khayalan.Waspada, Anak Juga bisa Menderita Skizofrenia, Moms!.

Sekitar 1 dari 100 orang menderita skizofrenia. Memang, situasi ini lebih tidak jarang ditemukan pada orang dewasa. Namun, skizofrenia bukan tidak barangkali menyerang anak, dan gejalanya sering tidak disadari oleh orang tua.

Gangguan ini paling jarang terdeteksi pada masa kanak-kanak dan baru diketahui saat penderita menginjak fase remaja. Hal ini diakibatkan pemahaman orang tua tentang skizofrenia pada anak masih paling minim. Padahal, bila dapat diidentifikasi semenjak awal, penderita dapat mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyebab Skizofrenia pada Anak
Seperti sudah disebutkan, skizofrenia dapat menyerang anak, yang diistilahkan dengan very early-onset schizophrenia. Kasusnya memang jarang terjadi, melulu menyerang 1 dari 40.000 anak. Meskipun begitu, skizofrenia pada anak tetap butuh penanganan yang serius.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah penelitian, ada sejumlah penyebab yang merangsang perkembangan skizofrenia pada anak, antara lain:

1. Genetika. Anak yang punya orang tua atau saudara dengan skizofrenia, memiliki bisa jadi 10 persen mengidap skizofrenia. Namun, ini tidak berarti orang tua yang merasakan skizofrenia kemudian anaknya dijamin punya masalah yang sama. Walaupun genetika dapat menjadi hal penyebab, gangguan ini belum pasti diturunkan.

2. Struktur otak. Anak yang mempunyai struktur benak abnormal berpotensi merasakan skizofrenia.

3. Trauma masa kecil, laksana pola asuh yang buruk, cedera kepala, atau merasakan kekerasan jasmani dan mental.

4. Gangguan kehamilan, contohnya infeksi virus yang terjadi di dalam rahim dan malnutrisi, atau merasakan komplikasi ketika persalinan. Bumil dengan tingkat stres yang tinggi juga dapat mengakibatkan bayi mereka terserang skizofrenia.

Gejala Skizofrenia pada Anak
American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menyatakan sejumlah fenomena umum anak yang menderita skizofrenia, yaitu:

• Berhalusinasi, seperti menyaksikan atau mendengar sesuatu yang sebetulnya tidak nyata.

• Ketakutan berlebihan, tidak jarang kali merasa dalam bahaya dan memandang orang lain bakal mencelakainya.

• Bersikap acuh tak acuh dan sering menunjukkan ekspresi wajah yang datar.

• Jarang bicara, dan andai bicara tidak nyambung serta mengherankan bicaranya.

• Emosi tidak stabil dan kerap mengindikasikan perilaku aneh.

• Tidak peduli pada dirinya sendiri.

Banyak orang tua yang tidak menyadari gejala-gejala gangguan ini pada anak, dan kadang memandang anak melulu berimajinasi atau barangkali mengalami fenomena autis. Anak memang belum dapat menceritakan pada orang tua fenomena penyakit yang ia alami.

Karena itu, selalu simaklah setiap evolusi sikap dan perilaku anak. Jika ia merasakan dua atau lebih fenomena di atas secara terus-menerus, segera bawa Si Kecil ke dokter atau psikolog anak guna berkonsultasi untuk meyakinkan apa yang dirasakan anak ya, Moms.