Vaginismus, Darah, dan Status Keperawanan

Vaginismus, Darah, dan Status Keperawanan

Vaginismus, Darah, dan Status Keperawanan

Vaginismus, Darah, dan Status Keperawanan

Klik di sini – Vaginismus adalahtopik yang jarang dibicarakan. Apa tersebut vaginismus? Jeung, tulisan berikut membicarakan organ intim. Sekadar berbagi pengetahuan tanpa bermaksud menjurus ke arah pornografi.Vaginismus, Darah, dan Status Keperawanan.

“Vaginismus merupakan kumpulan fenomena saat otot vagina merasakan spasme atau kekejangan saat penis siap masuk. Biasanya dirangsang trauma psikologis,” cerah dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS. Trauma dirangsang kekhawatiran mendalam sebab rasa nyeri saat bersangkutan seks, pun pernah menyaksikan teman atau kerabat menjadi korban pelecehan maupun kekerasan seksual.

Darah dan Status Perawan

Bisa pun karena pasien semasa kecil mendengar orang tua bersangkutan seks hingga berteriak lalu terbuat pemikiran bahwa pekerjaan intim tersebut menyakitkan. Vaginismus adalahsindrom. Bukan penyakit. Sindrom ialah kumpulan fenomena yang masih mesti dianalisis penyebabnya. Akibat yang sama dapat dipicu karena yang berbeda. Sedangkan penyakit, permasalahan yang jelas penyebabnya.

Misalnya, tifus fenomena dan penyebabnya jelas bakteri salmonella typhosa. Vaginismus seringkali ditemukan di desa atau second cities dengan tingkat edukasi penduduk tidak cukup tinggi. Uniknya, di Jakarta angka vaginismus lumayan tinggi. Setiap minggu, Boyke tidak jarang kali kedatangan pasien vaginismus.

Pemicunya, informasi soal seks yang sering menyesatkan. Bahwa mengerjakan hubungan seks tersebut sakit, berdarah, dan robek. Itu merangsang trauma-trauma kecil yang andai didiamkan bakal menumpuk kemudian terekam di alam bawah sadar. Akibatnya, saat mengerjakan hubungan seks, vaginismus menyerang. Ada tidak sedikit salah kaprah soal organ intim wanita.

Misalnya, baru kali kesatu mengerjakan hubungan seks, perawan menerbitkan darah. Jika tidak berdarah, berarti telah tidak perawan. Boyke melansir hasil penelitian, 36 persen wanita yang baru kali kesatu bersangkutan badan tidak menerbitkan darah. Ini dipicu sejumlah kemungkinan.

“Kemungkinan kesatu saat bersangkutan seks, dapat jadi yang sobek ialah bagian selaput dara yang tidak berisi pembuluh darah. Kedua, ada sejumlah selaput dara yang sifatnya lentur atau anemon. Ketika penis masuk, selaput dara ikut melengkung ke dalam. Saat penis ditarik, selaput dara mengekor gerakan penis. Lentur. Ketiga, saat selaput darah robek, darah melulu meleleh ke vagina. Tidak menetes hingga ke luar atau ke seprai,” paparnya.

Seperti halnya kanker, vaginismus juga mempunyai stadium. Boyke membagi vaginismus menjadi dua tingkatan. Ringan dan berat. Dikatakan ringan andai pemulihan dilakukan lumayan dengan konsultasi. “Vaginismus yang berat, baru diajak naik ke lokasi tidur telah panik dan histeris. Baru disentuh organ vitalnya saja, otot perut langsung kontraksi dan kejang,” Boyke menukas.

Salah kaprah lain, anggapan vaginismus melulu terjadi pada perawan. Wanita yang mencetuskan pun dapat mengidap vaginismus. Saking beratnya, penderita vaginismus dibius, diinseminasi, hamil, lalu mencetuskan lewat teknik caesar. Setelah melahirkan, lalu disuruh suami bersangkutan seks tetap saja susah. Ujung-ujungnya kiat bius pulang diandalkan.

Patut dikenang bahwa vaginismus tidak mempunyai fenomena yang kasat mata. Biasanya, suami baru menyadari istri merasakan vaginismus saat malam kesatu selesai dengan “kegagalan”. Kalau ini terjadi (amit-amit, semoga tidak, ya Jeung), Boyke menyampaikan sejumlah hal guna diperhatikan:

– Hubungan seks tidak menyakitkan andai suami istri siap. Lakukan dengan cinta dan melibatkan ikatan emosi positif terhadap pasangan.

– Untuk meminimalisir trauma ketika kesatu kali berhubungan, dapat gunakan gel.

– Jangan memaksakan diri bersangkutan intim ketika malam kesatu. Jika istri kesakitan lantas menolak, tidak boleh marah. Mungkin istri masih tegang dan takut. Ingat, malam kesatu tak mesti dikuras dengan bersangkutan intim.

– Dianjurkan memakai bantal sebagai ganjal pinggul dan bokong istri bersangkutan intim kali kesatu. Bantal sebagai ganjal menciptakan posisi istri nyaman dan memberi efek relaks.

“Saya menyarankan supaya mandi berdua, guna mengenali tubuh pasangan. Ini berfungsi untuk mempelajari anatomi tubuh lawan jenis. Ini penting andai pasangan kita belum pernah menjalin relationship. Pengenalan laksana ini saya rekomendasikan,” kata Boyke.

Anggapan film porno di antara medium mencairkan vaginismus tersebut keliru. “Beberapa adegan film porno (mungkin) menunjukkan wanita menjerit kesakitan berkali-kali saat bersangkutan intim. Itu justeru memicu panik dan ketakutan. Pasien justeru khawatir andai adegan tersebut menimpa dirinya. Kunci preventif vaginismus bukan dengan menyaksikan film porno tetapi pendidikan seks melewati informasi yang komperehensif,” imbuhnya.

Ingat, saraf vagina bukanlah saraf yang bekerja atas dasar perintah otak. Ia mempunyai sifat parasintetik. Tanpa sadar dia bergerak membuka dan memblokir sendiri laksana gerak refleks.