Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & Ekstrovert

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & Ekstrovert

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & Ekstrovert

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & Ekstrovert

AGEN CASINO – Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & Ekstrovert
Perbedaan antara introvert dan ekstrovert sudah terkenal karena sangat bertolak belakang. Introvert yang lebih menyukai menghabiskan waktu sendirian untuk selalu fokus dan mengembangkan pikiran mereka, sementara ekstrovert membutuhkan simulasi eksternal yang lebih tinggi dan lebih berkembang jika berkelompok.

Introvert dan ekstrovert terbentuk secara berbeda. Perbedaan tersebut yang akhirnya bisa menciptakan tantangan ketika dua kepribadian ini harus bekerja bersama.

 

“Karena kedua tipe kepribadian berkomunikasi dengan cara yang berbeda, mereka tidak akan selalu memahami sifat dan temperamen orang lain,” kata Dr. Jeff Nalin, psikolog klinis berlisensi dan salah seorang pendiri dan kepala petugas klinis di Pusat Perawatan Paradigm Malibu.

Gak adanya pemahaman antara satu sama lain, menyebabkan jurang di antara mereka. Ekstrovert merasa bahwa introvert bersifat antisosial, sedangkan introvert melihat ekstrovert sebagai orang yang hiper dan impulsif.

Namun terlepas dari perbedaan mereka, Nalin mengatakan kalau introvert dan ekstrovert dapat bekerja sama secara efektif. Lebih penting lagi, mereka dapat belajar keterampilan baru dari satu sama lain.

“Setiap tipe kepribadian membawa sesuatu yang berbeda antara satu sama lain. Di mana ada yang lemah, pasti ada yang kuat. Keajaiban terjadi ketika orang berhenti berfokus pada perbedaan, dan sebagai gantinya memilih untuk menghargai keterampilan bawaan dan sifat kepribadian masing-masing,” kata Nalin.

Berikut ini adalah enam pelajaran yang bisa dipelajari oleh para introvert dan ekstrovert dari satu sama lain.

1. Introvert bisa belajar cara berkomunikasi seperti ekstrovert

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & EkstrovertUnsplash/Antenna

Bagi introvert, bersosialisasi dan menciptakan percakapan gak terjadi secara mudah. Beberapa introvert bahkan mungkin menghindari berkelompok karena takut merasa gak nyaman. Dengan mengamati bagaimana ekstrovert berbaur dalam obrolan ringan, introvert bisa meningkatkan keterampilan berbicara dan kepercayaan diri mereka dalam berkelompok.

“Belajar menguasai obrolan ringan dengan beberapa rekan kerja merupakan cara yang bagus bagi orang yang introvert untuk meningkatkan kepercayaan diri tanpa terlalu jauh keluar dari zona nyaman mereka,” ungkap Dr. Jeff Nalin.

2. Extrovert bisa belajar menjadi pendengar yang baik seperti introvert

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & EkstrovertUnsplash/rawpixel

Introvert cenderung menjadi pendengar yang baik dan memiliki keterampilan pengamatan yang tajam. Mereka cenderung berbicara lebih sedikit dalam percakapan, karena fokus pada apa yang dikatakan orang lain.

Ekstrovert, di sisi lain, suka menghabiskan waktunya  dengan ingin selalu didengarkan sehingga mereka gagal mendengarkan orang lain dengan baik. Dengan belajar untuk bersikap tenang, membiarkan orang lain berbicara, dan memikirkan apa yang dikatakan orang lain sebelum mengekspresikan pikiran mereka sendiri, para ekstrovert bisa membuka diri mereka untuk menerima wawasan kritis terhadap orang lain.

3. Introvert bisa belajar cara beradaptasi di luar zona nyaman layaknya ekstrovert

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & Ekstrovert

Ekstrovert cenderung berpikiran terbuka dan sedikit berani, sedangkan introvert cenderung lebih menyukai rutinitas dan prediktabilitas mereka sendiri. Dengan memperhatikan cara ekstrovert menghadapi hal-hal baru, introvert bisa membuka diri mereka memperluas wawasan, mencoba hal-hal baru, dan mengembangkan keterampilan dan bakat yang gak diketahui diri mereka sendiri.

4. Extrovert bisa belajar cara berkomunikasi yang mendalam seperti introvert

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & Ekstrovertunder30ceo.com

Karena ekstrovert lebih nyaman bersosialisasi dalam kelompok besar di mana mereka dapat terlibat dalam obrolan ringan dengan beberapa individu, introvert justru berkembang dalam kelompok kecil yang memiliki kualitas percakapan yang mendalam. Itu sebabnya percakapan ekstrovert cenderung lebih ringan.

“Dapat bermanfaat bagi para ekstrovert untuk menggali lebih dalam, mencari percakapan yang lebih bermakna, menginspirasi, memenuhi, dan membantu membentuk koneksi yang lebih dalam,” jelas Dr. Jeff Nalin.

5. Introvert bisa belajar bagaimana meminta bantuan

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & EkstrovertUnsplash/Rémi Walle

Ekstrovert biasanya memiliki dukungan yang cukup besar ketika mereka membutuhkan bantuan. Itu berasal dari kemampuan mereka yang gak sungkan meminta bantuan kepada orang lain.

Ekstrovert menikmati brainstorming dalam kelompok besar, di mana mereka bisa meminta bantuan kebanyak orang yang dikenalnya. Sementara introvert lebih suka memecahkan masalah dalam privasi mereka sendiri. Dengan begitu, introvert bisa belajar bagaimana cara meminta pendapat atau bantuan orang lain.

6. Ekstrovert bisa mempelajari manfaat dari ketenangan

Saling Memahami, 6 Hal Ini Bisa Dipelajari Introvert & EkstrovertUnsplash/Zohre Nemati

Introvert cenderung memprioritaskan waktu untuk mengisi ulang energi mereka. Mereka bisa bersantai di pagi hari atau jam malam sebelum tidur untuk mencapai ketenangan. Ekstrovert cenderung gak memiliki waktu untuk menenangkan diri mereka.

“Karena ekstrovert selalu dalam keramaian, mereka mungkin mengabaikan ketenangan dalam kesendirian dan melupakan pentingnya perhatian terhadap diri sendiri,” kata Dr. Jeff Nalin.

Belajar menyisihkan waktu untuk merenungkan rasa bersyukur dan menghindari keramaian untuk memberikan perhatian penuh kepada diri sendiri bisa memberikan banyak manfaat dari segi kesehatan mental dan fisik.

Itu dia enam pelajaran yang bisa diambil dari dua karakter berbeda tersebut. Meskipun bertolak belakang bukan berarti untuk gak saling memahami satu sama lain, kan. Toh, ternyata ada sisi positifnya juga.