Perusahaan yang Sesungguhnya Rajai Pasar HP Indonesia

Perusahaan yang Sesungguhnya Rajai Pasar HP Indonesia

Perusahaan yang Sesungguhnya Rajai Pasar HP Indonesia

Perusahaan analis pasar IDC beberapa waktu lalu mengumumkan lima besar perusahaan yang merajai pasar handphone (hp) Indonesia. Oppoada ditempat pertama dan berturut-turut disusul Vivo, Samsung, Realme, dan Xiaomi.

Namun, dibalik jejeran merek-merek ini sebenarnya ada perusahaan yang membayangi. Adalah BBK Electronics, perusahaan yang menaungi Oppo, Vivo, dan Realme yang menjadi bayang-bayang tersebut.

Jika dihitung-hitung, perusahan induk ini setidaknya menguasai lebih dari setengah peredaran ponsel di Indonesia (61,6 persen). Disebut peredaran, karena data IDC menghitung dari pengiriman (pengapalan) ponsel yang dilakukan produsen dari pabrik ke pasar, bukan dari data penjualan mereka.

Angka ini didapat dari perhitungan Oppoyang kuasai 26,2 persen peredaran ponsel di Indonesia, Vivo dengan 22,8 persen, dan Realme (12,6 persen). Perusahaan inilah raja sesungguhnya dari peredaran ponsel di tanah air.

BBK Electronics sesungguhnya menjadi induk dari empat perusahaan ponsel, Oppo, Vivo, Realme, dan OnePlus. Namun, OnePlus tak cukup kompetitif di Indonesia dan sudah keluar dari negara ini sejak beberapa tahun lalu.

Posisi BBK Electronics di pasar dunia pun cukup punya taring. Menurut riset Counterpoint Research, seluruh lini produk BBK pada kuatal 3 2019 (periode Juni-September) menguasai lebih dari 20 persen peredaran ponsel dunia.

Angka ini didapat dengan menggabungkan peredaranOppo(8,6 persen), Vivo (7,8 persen), dan Realme (2,7 persen). Angka tersebut bisa dikatakan menyaingi Samsung yang paling mendominasi pasar sebanyak 19,1 persen. Angka ini menyaingi raja ponsel dunia, Samsung yang juga menguasai 20,6 persen peredaran ponsel dunia.

“BBK Group (OPPO, Vivo, Realme, dan OnePlus) hampir menjadi produsen smartphone terbesar di dunia, menyumbang lebih dari 20 persen pasar ponsel pintar global dan tiga mereknya berada di 10 besar,” kata Shobhit Srivastava, Analis Riset di Counterpoint Research, mengutip Slash Gear.

Berturut-turut posisi lima besar vendor ponsel dunia versi Counterpoint Research adalah Samsung (20,6 persen); Huawei (17,6 persen), Apple (11,8 persen), Oppo(8,6persen), dan Xiaomi (8,3 persen). Vivo dan Realme ada di posisi 6 dan 7 produsen ponsel dunia.

Sebanyak 72,4 juta unit yang dijual di dunia selama kuartal ketiga 2019 dikirim oleh anak-anak perusahaan BBK Electronics. Sementara Apple Apple yang baru saja merilis iPhone 11 pada September hanya terjual sebanyak 44,8 juta unit pada periode yang sama.

Awal mula BBK Electronics

Menguak Perusahaan yang Sesungguhnya Rajai Pasar HP Indonesia

BBK Electronics Corp, sebuah perusahaan asal China ini memulai bisnisnya dengan menjual berbagai alat elektronik seperti pemutar CD, MP3, dan DVD sejak 1995. Perusahaan ini dimiliki oleh pebisnis miliader bernama Duan Yongping (54).

Duan awalnya bekerja pada perusahaan Zhongshan Yihua Grup. Di grup ini ia berhasil mengubah pabrik yang sekarat menjadi bisnis menguntungkan. Ia lantas membuat unit yang memproduksi konsol video gim murah, Subor Electronics Industry Corp di bawah Yihua.

Konsol gim yang meniru Nintendo dalam versi murah ini pun meledak di pasaran. Namun, akhirnya Duan keluar dari Yihua setelah niatnya menguasai saham Subor ditolak. Ia pun lantas mendirikan BBK Electronics pada 1995.

Dilansir dari Duan membagi bisnisnya tersebut ke dalam tiga segmen besar yaitu elektronik edukasi, audiovisual seperti DVD, dan komunikasi yakni melalui keempat merek ponselnya.

Dalam wawancaranya dengan SCMP, Duan mengatakan tujuannya adalah menciptakan produk berkualitas baik bagi segmen ponsel menengah ke atas maupun ke ke bawah. Dengan posisi BBK saat ini, bisa jadi dalam beberapa waktu ke depan dapat mengungguli raksasa lainnya seperti Samsung dan Apple.

Di tahun 2004, Duan kemudian melebarkan sayap bisnis elektroniknya tersebut. Oppo merupakan cabang Oppos pertama yang ia dirikan bersama Tony Chen yang saat ini juga menjabat sebagai CEO. Dilansir dari Phone Radar, Oppo baru benar-benar menciptakan ponsel pintar pada 2009 setelah sebelumnya fokus pada produk pemutar DVD.

Tak butuh waktu lama, setahun kemudian Oppo membuka peluang bisnis untuk pasar internasional. Thailand merupakan negara pertama yang menjadi target dan kemudian disusul negara-negara lain seperti Indonesia, Pakistan, dan Malaysia.

Setelah sukses dengan Oppo, BBK menghadirkan ponsel Vivo pada 2009 dengan ponsel pertama dua tahun setelahnya. Vivo mengandalkan selebriti sebagai bintang iklan untuk menarik minat pengguna, seperti ditulis Android Authority.

Melalui subbrand Oppo, BBK kemudian menawarkan versi premium di bawah nama OnePlus. Penjualan merek ini ditargetkan bagi pasar Eropa dan Amerika Serikat melalui Amazon. Oppo pun lantas menelurkan submerek baru, Realme, yang jadi produk andalan BBK untuk pasar di luar China.

www.mediamimpi.com/togel-hongkong