Kemampuan Ini Disebut Lebih Penting daripada IPK untuk Cari Kerja, Apa Itu?

Kemampuan Ini Disebut Lebih Penting daripada IPK untuk Cari Kerja, Apa Itu?

Kemampuan Ini Disebut Lebih Penting daripada IPK untuk Cari Kerja, Apa Itu?

Kemampuan Ini Disebut Lebih Penting daripada IPK untuk Cari Kerja, Apa Itu?

Tamantoto Togel HK – Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) jadi ajang kebangggan tersendiri bagi mahasiswa setelah lulus kuliah. Apalagi bila IPK di atas 3,80, maka akan mendapat predikat cumlaude alias lulusan terbaik.

Tapi sayangnya kamu harus tahu, kalau kini perusahaan sudah tidak lagi melihat seberapa besar IPK yang berhasil diraih. Kekinian, yang dilihat adalah kompetensi dan keahlian apa yang dimiliki lulusan sarjana.

“Betul (perusahaan tidak melihat IPK), yang pengaruh soft skill keterampilan,” ujar Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti di Plaza Senayan, Rabu (30/10/2019).

Kini, ketika seseorang lulus dan sarjana sebagai S1, maka selain ijazah ia juga harus punya surat keterangan pendamping ijazah atau SKPI, yang setara dengan sertifikat pengalaman apa yang dimiliki. Baik di masyarakat sosial, organisasi atau perusahaan, sertifikat ini akan jadi nilai jual.

“Jadi begitu lihat dia tinggi IPK-nya sekian, tapi kalau nggak punya surat keterangan pendamping ijazah susah,” ungkapnya

Ilustrasi pencari Kerja, melamar kerja, job seeker. (Shutterstock)

“Jadi bekerja dilihat itu, keterampilan anak ini seperti apa, surat keterangan pendamping ijazah itu seperti apa, kan yang namanya sertifikat-sertifikat itu dilihat juga. Bahkan sebagai ketua mesjid, remaja mesjid, sekretaris RT juga dilihat, berarti dia bisa bekerjasama,” sambungnya.

Sementara itu berdasarakan temuan platform persiapan karir Rencanamu mengungkap setidaknya ada tujuh sektor industri yang sedang berkembang saat ini, seperti Digital Komputer Informatika, Keuangan Perbankan, Media Periklanan, Transportasi Distribusi Logistik, Seni Desain, Arsitektur Konstruksi dan Perhotelan Pariwisata Event.

Data ini didapat berdasarkan Riset Kuantitatif, data sekunder serta survei terhadap praktisi industri. Dari 1,6 juta siswa dan mahasiswa yang di data ditemukan juga lulusan baru dirasa tidak mempunyai skill dan kompetensi sesuai seperti yang dibutuhkan saat ini.