Karena Rasialisme Tak Mampu Hancurkan Tammy Abraham

Karena Rasialisme Tak Mampu Hancurkan Tammy Abraham

Karena Rasialisme Tak Mampu Hancurkan Tammy Abraham

Karena Rasialisme Tak Mampu Hancurkan Tammy Abraham

Nama Tammy Abraham sekarang manis di bibir penyokong Chelsea. Penyerang muda produk akademi ini bangkit di dua laga terakhir klubnya sesudah sebelumnya ia menerima serangan rasialisme di laga kontra Liverpool pada ajang Piala Super Eropa 2019.

Selepas kegagalan mengeksekusi penalti yang akhirnya menciptakan Liverpool menjadi juara, Abraham jadi sasaran perbuatan rasialisme. Seakan tak takluk oleh urusan itu, sejumlah hari berselang, ia langsung unjuk gigi.

1. Empat gol dalam empat lag

Ia memang tak langsung mencetak gol di laga sesudah Piala Super Eropa. Melawan Leicester City di Stamford Bridge, Abraham dicadangkan oleh Frank Lampard dan baru masuk di babak kedua.

Namun, ia meledak di pekan ketiga, tepatnya di markas Norwich City. Dua gol diborongnya ke gawang Tim Krul guna bawa kemenangan perdana untuk Chelsea di Premier League bareng Frank Lampard sebagai pelatih.

Sepekan berselang, dua gol lagi diborongnya ke gawang Sheffield United malam tadi. Secara total, telah empat gol dicetak penyerang berusia 21 tahun tersebut di Premier League musim ini. Jumlah ini membuatnya mengalahkan nama-nama lebih beken laksana Pierre-Emerick Aubameyang, Sadio Mane, sampai Mohamed Salah!

Tempat Aman Bermain Togel Hongkong Hanya di Tamantoto

2. Menantang kutukan nomor 9 di Chelsea

Karena Rasialisme Tak Mampu Hancurkan Tammy AbrahamTwitter/@premierleague
Musim ini, secara mengejutkan, ia pulang ke Chelsea usai jalani peminjaman bareng Aston Villa dan langsung memungut nomor punggung 9. Sepanjang sejarahnya, tidak sedikit nama-nama besar yang tidak berhasil kala menggunakan nomor punggung 9 di Chelsea.

Mulai dari Fernando Torres sampai Alvaro Morata, tak terdapat satu juga yang berhasil kala menggunakan nomor khas penyerang tengah ini. Namun, Tammy, pemuda berdarah Nigeria-Inggris itu, berani ambil kendala tersebut.

3. Rekor demi rekor yang mulai diukir

Kini, meski liga baru berlangsung empat pekan, Abraham sudah mengindikasikan sinar yang lumayan terang. Dua golnya ke gawang Norwich City membuatnya jadi pemain Inggris kesatu sesudah Frank Lampard yang dapat ukir brace guna Chelsea semenjak 2010 lalu.

Lalu, dua golnya ke gawang Sheffield lebih menuai tidak sedikit rekor. Pertama, ia menjadi pemain Inggris kesatu semenjak Lampard di April 2010 yang mengukir dua gol di Stamford Bridge. Kedua, ia menjadi pemain Inggris kesatu yang mencetak dua gol berturut-turut di dua laga di Premier League, yang lagi-lagi menyamai rekor sang pelatihnya, Frank Lampard.

Liga masih panjang, namun kilau Abraham tampaknya bakal semakin bercahaya musim ini.