Ironis, 5 Pelatih Ini Cetak Rekor Terburuk dalam Sejarah Klubnya

Ironis, 5 Pelatih Ini Cetak Rekor Terburuk dalam Sejarah Klubnya

Ironis, 5 Pelatih Ini Cetak Rekor Terburuk dalam Sejarah Klubnya

Ironis, 5 Pelatih Ini Cetak Rekor Terburuk dalam Sejarah Klubnya

Tamantoto Togel – Ibarat kapal yang berlayar, seorang manajer klub ialah sosok nahkoda yang dapat mengarahkan tujuan. Prestasi dan kemenangan ialah tujuan dari masing-masing tim demi keberadaan di persaingan tertinggi.

Namun dalam suatu pertandingan tentu selalu terdapat kalah dan menang. Dan terdapat kalanya kekalahan juga menjadi mimpi buruk untuk seorang pelatih. Parahnya lagi, ketika rekor buruk yang malah mereka raih. Ini ialah lima pelatih yang mengukir daftar terjelek dalam sejarah klubnya.

1. Maurizio Sarri – Chelsea

Musim kemudian Chelsea menyebabkan Maurizio Sarri sebagai manajer baru. Di mula kompetisi sang pelatih dapat tampilkan performa spektakuler dengan delapan laga tak terkalahkan. Sayangnya mereka tidak berhasil meraih konsistensi dan terlempar dari pertarungan meraih juara Liga Inggris dengan finish di posisi ketiga.

Torehan Sarri sendiri tidaklah begitu buruk sebab ia dapat persembahkan trofi Liga Eropa di musim perdananya. Sayang ada satu cacat dalam karier Sarri bareng Chelsea, The Blues dipermalukan Man City dengan skor 6-0, yang menjadikan rekor terburuk kesebelasan dalam 28 tahun terakhir.

2. Julen Lopetegui – Real Madrid

Nasib Julen Lupetegui barangkali paling ironis. Setelah sukses membawa timnas Spanyol lolos ke Piala Dunia 2018, ia dipecat sebab menerima tawaran Real Madrid ketika dirinya masih berstatus pelatih kesebelasan Matador.

Begitu mengajar Real Madrid, nasibnya juga semakin memburuk. Dia melulu bertahan di Madrid sekitar 10 pertandingan. Kekalahan 1-5 di laga El Clasico jadi akhir kariernya. Dengan empat kemenangan, dua imbang dan empat kekalahan menjadikan Lopetegui pelatih terjelek Madrid dalam 50 tahun terakhir.

3. Frank De Boer – Crystal Palace

Semasa menjadi pemain, Frank De Boer adalahsalah satu pemain bertahan terbaik dunia. Usai gantung sepatu, dia juga terbilang sukses bareng Ajax dari tahun 2010 sampai 2016. Tetapi kariernya merasakan penurunan saat mulai mengajar Inter Milan.

Di Italia dia melulu bertahan tidak cukup dari tiga bulan. Musim 2017/2018 dia ditunjuk menjadi pelatih Crystal Palace. Lagi-lagi ia melulu bertahan sebentar. De Boer melulu bertahan dalam empat laga usai tidak berhasil meraih kemenangan dan tidak berhasil mencetak satu juga gol.

4. Unai Emery – Arsenal

Di musim keduanya bareng Arsenal, Emery diinginkan mampu membawa klubnya berlomba di empat besar. Sayang asa tersebut susah untuk diwujudkan sesudah The Gunners tampil tak konsisten.

Dari 12 laga Liga Inggris, Arsenal melulu catatkan empat kemenangan, lima imbang dan tiga kekalahan. Ini adalahcapaian terjelek Arsenal di mula musim semenjak 1982.

5. Ole Gunnar Solskjaer – Man United

Ole Gunnar Solskjaer pun mengalami nasib yang sama laksana Unai Emery. Catatan empat kemenangan, empat kalah dan empat imbang adalahpencapaian terjelek MU dalam 30 tahun terakhir. Saat ini MU tempati posisi ke-7 Premiere League dan akan cukup kendala untuk bisa berlomba di papan atas.

Padahal Solskjaer diinginkan mampu mengusung performa MU musim ini setelah diserahkan kontrak berdurasi tiga tahun.