Gaya Hidup yang Bisa Memicu Risiko Kanker Payudara

Gaya Hidup yang Bisa Memicu Risiko Kanker Payudara

Gaya Hidup yang Bisa Memicu Risiko Kanker Payudara

Gaya Hidup yang Bisa Memicu Risiko Kanker Payudara

Tamantoto Togel – Kanker payudara masih menjadi di antara penyakit yang ditakuti nyaris seluruh perempuan. Padahal, penyakit ini masih dapat diatasi bila terdeteksi lebih dini.

Ada tidak sedikit faktor yang dapat menyebabkan risiko wanita terkena kanker payudara, salah satunya ialah faktor gaya hidup.

Jika dulu, kanker payudara tidak sedikit terjadi pada wanita berusia 60 tahunan yang sudah merasakan menopause, tetapi sekarang kanker payudara dapat menghampiri wanita berusia di bawah 50 tahunan sebab pengaruh gaya hidup.

Lantas, gaya hidup apa saja yang dapat menyebabkan kanker payudara? Dikutip dari sekian banyak sumber, simak ulasannya inilah ini:

1. Kurang bergerak dan tidak aktif secara fisik

Menilik website resmi cancer.org, tidak aktif secara jasmani atau tidak cukup bergerak dapat memprovokasi timbulnya risiko kanker payudara. Maka dari itu, wanita (terutama yang sudah menginjak masa menopause) disarankan untuk minimal rajin berolahraga dan melatih jasmani walaupun hanya sejumlah jam dalam seminggu.

The American Cancer Society merekomendasikan supaya orang dewasa melakukan kegiatan dengan intensitas sedang minimal 150 menit atau kegiatan dengan intensitas tinggi selama 75 menit masing-masing minggunya.

2. Tidak mengawal berat badan

Tidak mengawal berat badan dapat memunculkan obesitas yang bilamana dialami sesudah menopause dapat menambah risiko kanker payudara. Sebelum menopause, ovarium menghasilkan mayoritas hormon estrogen dan jaringan lemak memproduksi sisanya. Tetapi sesudah menopause, mayoritas hormon estrogen diproduksi dari jaringan lemak dan andai jaringan lemak di dalam tubuh meningkat, akan menambah peluang kanker payudara lebih tinggi.

Di samping itu, wanita yang keunggulan berat badan ingin mempunyai hormon insulin yang lebih tinggi. Hal ini tidak jarang dikaitkan dengan sejumlah penyakit kanker, salah satunya ialah kanker payudara.

3. Belum pernah mencetuskan di atas umur 35 tahun

Risiko kanker payudara juga dapat menimpa wanita yang belum pernah mencetuskan anak kesatu. Terlebih lagi, andai usianya telah lebih dari 35 tahun. “Tetapi urusan ini dapat dicegah dengan segera menikah di umur matang dan mulai menjalankan program hamil,” katanya.

4. Pemakaian kontrasepsi hormonal dalam jangka masa-masa lama

Penggunaan kontrasepsi seringkali dilakukan oleh wanita yang hendak mengatur umur dan jarak melahirkan. Ada dua kontrasepsi yang dapat digunakan, yaitu kontrasepsi hormonal (pil atau injeksi) dan kontrasepsi non hormonal (kondom atau IUD).

Pemakaian kontrasepsi hormonal dalam jangka masa-masa lama dapat meningkatkan risiko kanker payudara. “Cara mencegahnya ialah dengan gunakan kontrasepsi non hormonal sekaligus mengolah gaya hidup, tergolong hindari alkohol dan merokok,” lanjutnya lagi.

5. Menggunakan implan payudara

Cancer.org menuliskan bahwa implan payudara memang belum dikaitkan dengan penambahan risiko jenis kanker payudara yang sangat umum. Namun, implan payudara dikaitkan dengan jenis kanker langka mempunyai nama breast implant-associated anaplastic large cell lymphoma (BIA-ALCL) yang dapat disusun di jaringan parut di dekat implan.

Limfoma ini lebih tidak jarang terjadi pada implan dengan permukaan bertekstur atau terasa kasar, daripada permukaan halus. Jika kanker payudara berjenis BIA-ALCL timbul sesudah implan, bakal ditandai dengan timbulnya benjolan, cairan, pembengkakan, nyeri di sekitar implan, atau sebagai evolusi ukuran dan format payudara.

Nah Ladies, siap menjalani gaya hidup sehat supaya terhindar dari kanker payudara?