Cuma Benda Mati, Tapi Seramnya Rumah Tua Angker di Banyuwangi Ini Bikin Kebawa Mimpi

Cuma Benda Mati, Tapi Seramnya Rumah Tua Angker di Banyuwangi Ini Bikin Kebawa Mimpi

Cuma Benda Mati, Tapi Seramnya Rumah Tua Angker di Banyuwangi Ini Bikin Kebawa Mimpi

Cuma Benda Mati, Tapi Seramnya Rumah Tua Angker di Banyuwangi Ini Bikin Kebawa Mimpi

pengeluaran hk 2019Buat yang telah nonton, tentu terkesan banget dengan kelamnya Perempuan Tanah Jahanam. Film ini sukses bikin angan-angan misteri semua penikmat horor Indonesia meledak. Setelah tahun kemudian menyuguhkan kemasan baru film Pengabdi Setan yang super merinding, film Perempuan Tanah Jahanam ini punya jalan kisah yang tidak diduga. Tapi, kalian cari tahu sendiri ya kenapa, dengan nonton filmnya di bioskop pastinya.Cuma Benda Mati, Tapi Seramnya Rumah Tua Angker di Banyuwangi Ini Bikin Kebawa Mimpi.

Supaya tidak spoiler, Boombastis mau membicarakan hal yang lumayan ikonik dari film ini. Adalah tempat syuting yang dipakai untuk mewujudkan setting desa Harjosari. Yang paling unik perhatian, memang lokasi tinggal tua yang jadi incaran Rahayu (diperankan oleh Tara Basro).

Dalam twit pendahuluan dan wawancara bareng Joko Anwar, hantu 3 anak kecil yang memang dikisahkan di film ini sempat tidak beranjak dari lokasi tinggal tua ini. Bahkan terekam ke dalam kamera di balik jendela berteralis besi. Tidak mencengangkan sih, sebab bangunan aslinya saja konon berisi aura mistis. Kagum benar pada keterampilan Joko Anwar membuat suasana seram yang utuh, walau faktanya berada di tempat yang agak berbeda

1. Rumah tua seram peninggalan jaman Belanda
Dalam film Perempuan Tanah Jahanam yang kental dengan bagian Jawanya, terdapat sebuah lokasi tinggal tua yang teronggok lumayan lama di Desa Harjosari. Tampak seperti lokasi tinggal bangsawan Jawa ningrat di masanya, siapa sangka ternyata menurut sejumlah nara sumber yang pernah datang langsung ke lokasi berbentuk letter L ini, justeru menyebutnya sebagai ‘rumah tua Belanda’.

Bangunan aslinya telah dimakan usia, namun tak kehilangan aura seram. Hampir serupa dengan yang dicerminkan di film, bedanya di sana memang telah tidak terdapat apa-apa kecuali rongsokan saldo bangunan. Lebih lengang, dingin dan merinding. Namun malah itulah yang buat aura lokasi tinggal ini terlampau garang bikin Sahabat Boombastis yang mudah terdistraksi urusan horor.

Tumbuhnya pohon yang menyatu dengan rumah, sampai akar-akarnya menjalar di dinding semakin buat ‘mbergidik’ bikin siapapun yang tidak suka dengan tempat-tempat usang laksana ini. Sebenarnya lokasi tinggal ini sempat ‘dipercantik’ supaya dapat memenuhi kriteria adegan-adegan film Perempuan Tanah Jahanam. Namun seiring selesainya syuting, tak lama lokasi ini rimbun oleh semak dan pulang suram.

Saking buat penasarannya, laksana bagaimana hitsnya lokasi tinggal Pengabdi Setan, tempat Rumah Eyang di Jogja dan tempat KKN Desa Penari, sejumlah vlogger sukses mencapai tempat ini. Bahkan mereka datang sebelum nonton filmnya.

2. Lokasi lokasi tinggal Ki Saptadi yang sarat misteri

Dalam film Perempuan Tanah Jahanam, lokasi tinggal Ki Saptadi pun menjadi salah satu tempat utama. Bentuknya seperti lokasi tinggal joglo khas Jawa, namun demi membina aura mistis, lokasi ini terkesan dingin dan menyimpan mak lampir di dalamnya.

Menariknya, di dunia nyata tempat ini tidak sesuram yang dicerminkan di film. Malah mengundang kekaguman sebab warganya yang tinggal paling jauh dan terpencil, justeru hidup berdikari dari bercocok tanam. Lokasi lokasi tinggal Ki Saptadi yang suram juga ternyata telah menjadi Perpustakaan Taman Rimba. Meski memang lokasi ini juga lumayan lama tidak dihuni. Pemukiman dan pedesaan yang digadang menjadi Desa Harjosari ini, aslinya bertempat di Banyuwangi, tepatnya di Pal Pakis.

Bahkan Joko Anwar mengakui bahwa dalam setting tempat di desa ini, timnya membuka akses jalan ke sana demi kelancaran film. Memang yang tidak bertolak belakang dengan kisah di film ialah aksesnya yang jauh terasing di dalam hutan. Beberapa talent film juga dipungut dari penduduk setempat lho, yang diakui sejumlah kru film aktingnya paling natural.

Sebenarnya masih tidak sedikit lokasi mengerikan di Perempuan Tanah Jahanam yang unik dikupas. Sebut saja hutan belantara dan makam yang sejumlah kali hadir di adegan film ini. Joko Anwar menginformasikan untuk penggemar film-filmnya bahwa tempat syuting ini merupakan campuran antara Malang, Banyuwangi, Ijen dan Lumajang.

Tim Boombastis sendiri sudah menyaksikan film Perempuan Tanah Jahanam. Nuansa yang ditawarkan ialah horor dengan kebijaksanaan lokal yang paling kental. Lighting serba minim, nuansa opsi warnanya usang laksana cokelat dan merah darah. Dijamin sepanjang film, kita dibuat tegang dan terbayang-bayang hingga ke rumah.