Aturan ini Jangan Diremehkan Kalau Ingin Selamat Hidup di Kalimantan

Aturan ini Jangan Diremehkan Kalau Ingin Selamat Hidup di Kalimantan

Aturan ini Jangan Diremehkan Kalau Ingin Selamat Hidup di Kalimantan

Aturan ini Jangan Diremehkan Kalau Ingin Selamat Hidup di Kalimantan

Sebagai di antara provinsi terbesar di Indonesia, Kalimantan menawarkan tidak sedikit hal. Tak melulu tentang alamnya yang eksotis itu, tapi pun peluang besar guna mengembangkan karir. Ya, Kalimantan sekitar ini dirasakan sebagai tempat menggali pekerjaan yang oke banget. Sehingga tak heran kalau wilayah ini makin tidak sedikit dikunjungi orang luar yang lantas menetap.

Hidup di Kalimantan tersebut mudah, sama laksana di tidak sedikit tempat lain. Intinya, asal anda berkelakuan baik, maka segalanya bakal berjalan sebagaimana harusnya. Namun sebaliknya, saat kita mengerjakan sesuatu yang buruk, maka bakal ada konsekuensi guna itu. Apalagi ini ialah tanah Kalimantan di mana klenik dan magisnya masih paling kuat.

Di Kalimantan pun ada semacam aturan eksklusif yang tak boleh dilanggar siapa pun, lagipula pendatang. Konon, saat seseorang tidak mengindahkan ini, maka sesuatu yang buruk bakal terjadi. Lalu, aturan apa saja yang dimaksud? Simak ulasannya berikut.

1. Jangan Menghina Patung Kayu di Sana

Jika anda perhatikan, di Kalimantan tidak sedikit rumah-rumah adat yang di depannya ada patung-patung kayu. Konon, ini bukanlah patung biasa tetapi sebagai simbol orang-orang yang telah meninggal. Aturan yang ada mengenai patung kayu ini ialah jangan pernah menghina bentuknya, sekalipun dalam hati.

Ada tidak sedikit kejadian orang-orang yang menghina patung-patung ini dan lantas diganggu oleh makhluk-makhluk halus. Tak melulu diganggu secara visual, kadang terdapat yang hingga mengalami keunikan fisik. Gangguan ini bakal tetap terdapat sepanjang seseorang tidak lekas meminta maaf untuk keluarga si empunya patung tersebut. Terdengar tidak masuk akal, tetapi hal ini tidak jarang terjadi di sana.

2. Jangan Memandang Rendah Orang Dayak

Sebagai pendatang, maka telah jadi kewajiban bila kita mesti memuliakan penduduk pribumi setempat. Kalimantan ialah tanahnya orang Dayak, maka anda harus memuliakan mereka. Jangan sekalipun mencari karena atau menghina mereka. Takutnya, sesuatu yang fatal barangkali akan terjadi.

Orang Dayak, mereka punya magis yang kuat. Ketika diganggu, mereka takkan segan mengerahkan kesaktian untuk menjawab sakit hatinya. Hal yang butuh diketahui, Dayak adalahsalah satu suku di dunia dengan kekuatan sihir terkuat. Tak melulu dengan sihir, orang Dayak dapat melukai musuhnya dengan mandau yang digdaya atau sumpit beracunnya yang mematikan itu. Jadi? Ya, tidak boleh sampai urusan ini untuk kita.

3. Jangan Pernah Mempermainkan Gadis Dayak

Siapa sih yang dapat menampik cantiknya gadis-gadis Dayak? Paras ayu nan alami tersebut pasti dapat menjerat siapa pun guna jatuh cinta, termasuk semua pendatang. Nah, terdapat satu urusan yang perlu diacuhkan bersangkutan dengan gadis-gadis Dayak. Ini ialah tentang larangan guna tidak pernah mengganggu mereka atau mempermainkannya.

Ada mitos yang beredar, siapapun yang mengganggu mereka lebih-lebih mempermainkannya, maka dijamin akan hilang perangkat vitalnya. Memang tersiar mustahil, tetapi sudah tidak sedikit cerita-cerita mengenai ini. Hal tersebut lumayan masuk akal pun mengingat orang Dayak tersebut magisnya paling ampuh. Makanya, tidak boleh pernah macam-macam dengan gadis Dayak atau hilang masa depan.

4. Jangan Bermain-Main Dengan Mandau

Mandau ialah senjata keramat orang-orang Dayak. Meskipun bentuknya laksana parang biasa, ia tidak dapat dipakai semaunya. Harus ada dalil khusus mengapa Mandau sampai terbit dari sarungnya. Pasalnya, menurut keterangan dari orang-orang Dayak, Mandau yang terbit dari sarungnya seringkali akan memakan korban.
Makanya, untuk pendatang, tidak boleh bermain-main dengan senjata satu ini. Memang paling artistik dengan ukiran-ukirannya, namun tidak boleh sampai Mandau tercabut dari sarungnya. Orang-orang setempat sangat memuliakan senjata ini, makanya anda pun harus mengerjakan hal yang sama.