Anda Seorang yang Pendiam di Kantor, Apakah Termasuk 7 Mitos Ini?

By | June 27, 2019 5:28 am
Anda Seorang yang Pendiam di Kantor, Apakah Termasuk 7 Mitos Ini?

Anda Seorang yang Pendiam di Kantor, Apakah Termasuk 7 Mitos Ini?

Anda Seorang yang Pendiam di Kantor, Apakah Termasuk 7 Mitos Ini?

TamanToto – Apakah Anda akan bertahan seharian di kantor tanpa banyak bicara? Apakah itu berarti Anda seorang pekerja yang kurang efektif, tidak cocok dengan rekan kerja, atau sungguh tak ada sesuatu yang harus diucapkan?

Nonton Movie – Tidak juga. Mungkin Anda seorang introvert. Lebih senang dan merasa lebih maksimal bekerja dalam diam.

Agen Judi Bola – Anda merasa lebih produktif ketika bekerja sendirian, tanpa keributan, tetapi keberadaan Anda penting dan memberi kontribusi dalam tim.

Prediksi Togel Paling Jitu – Ya, mungkin Anda tipe pekerja pendiam. Tidak ada yang salah dengan sikap diam, apalagi bila itu sifat bawaan Anda.

Sayangnya, di dunia kerja sikap terlalu diam terkadang tidak begitu bisa diterima baik. Kesunyian yang Anda ciptakan di ruang kerja berpotensi memunculkan berbagai asumsi.

Berikut ini 7 mitos tentang pegawai pendiam. Mungkin anggapan-anggapan ini banyak yang tidak sesuai fakta, tetapi bisa menjadi pertimbangan untuk Anda yang merasa kelewat pendiam agar belajar lebih luwes berkomunikasi di kantor. Karena kebanyakan orang berpikir, pegawai pendiam itu berarti:

1. Kemampuan kerjanya minim
Maya Towsend, pendiri firma konsultan Partnering Resources yang berbasis di Boston, AS, mengatakan kebanyakan orang berpikir seseorang tak banyak bicara di kantor karena tak punya pengetahuan yang mumpuni atau kemampuan sebagai profesional andal di perusahaan atau organisasi. Namun dalam analisisnya, ia menemukan fakta menarik, “Para pimpinan terkejut saat mendapati salah satu pegawai paling pendiam di perusahaannya justru bisa sangat dipercaya juga diandalkan teman-temannya. Dia tahu persis pekerjaannya dan ketika dia tak bergitu sibuk, dia ada ketika dibutuhkan orang,” urai Townsend.

2. Pemalu
Pendiam kerap diasosiasikan dengan sifat pemalu. Kera Greene, konselor karier di New York, AS, mengatakan, “Orang pendiam tidak berarti pemalu. Mungkin saja mereka introvert. Introvert berarti mereka cenderung lebih suka bekerja sendirian. Mereka pikir lebih baik bekerja lebih efisien dan menghemat energi. Sementara orang-orang ekstrovert mencapai tujuan yang sama dengan berinteraksi dengan orang lain.”

3. Tidak suka bersosialisasi
Pekerja pendiam sering kali disangka antisosial, temannya hanya sedikit, dan tidak pandai bergaul. Nyatanya, cara orang bersikap di kantor terkadang tidak merefleksikan sikapnya dalam kehidupan pribadinya. Mungkin saja seseorang menjadi pendiam di kantor karena terlalu fokus bekerja dan membangun citra profesional di tempat kerja. Di luar kantor, mungkin saja dia seseorang yang sangat menyenangkan untuk diajak berteman.

4. Benci rekan kerja
Merasa tidak cocok atau benci dengan seseorang di kantor memang akan meminimalkan bahkan bisa memutus komunikasi. Tapi bila sifat dasar seseorang pendiam, bukan berarti dia membenci semua orang di kantor. Orang yang pendiam cenderung berkomunikasi dengan cara berbeda dan memiliki level kenyamanan berbeda ketika melakukan interaksi sosial.

5. Sombong
Karena merasa dirinya lebih baik daripada yang lain, ia tak mau bicara dengan orang lain. Karena asumsi ini, banyak rekan kerja sengaja menarik diri dari orang yang pendiam di tempat kerja. Pikir mereka, untuk apa berteman dengan orang yang sombong?

6. Tidak percaya diri
Banyak yang menyangka seseorang menjadi pendiam di tempat kerja karena merasa tidak yakin dan tidak percaya diri akan kemampuan kerjanya. Padahal mungkin ia merasa, biarkan hasil pekerjaannya saja yang bicara. Tak perlu banyak omong, pencapaian, keberhasilan, dan penghargaan yang diraih akan menjelaskan semuanya.

7. Tidak bisa menjadi pemimpin
Bagaimana mau memimpin jika ia lebih suka diam? Begitu anggapan orang. Padahal untuk jadi seorang pemimpin, diperlukan pemikiran matang, banyak pertimbangan, dan strategi yang semuanya tak harus dilakukan dengan banyak bicara. Asal ia punya strategi komunikasi yang baik, tentu potensi menjadi pemimpin itu ada.