Alexander Isak Dilahirkan untuk Mematahkan Hati Real Madrid

Alexander Isak Dilahirkan untuk Mematahkan Hati Real Madrid

Alexander Isak Dilahirkan untuk Mematahkan Hati Real Madrid

Alexander Isak Dilahirkan untuk Mematahkan Hati Real Madrid

Klik di Situs ini – Alexander Isak tampaknya memang dilahirkan ke dunia ini untuk jadi mimpi buruk Real Madrid. Penyerang asal Swedia milik Real Sociedad ini berkontribusi di 4 gol yang bersarang ke gawang Alphonse Areola pada babak perempat final Copa del Rey melawan Real Madrid .

Selain kontribusinya di laga semalam, Isak ternyata sudah pernah mematahkan hati Los Blancos beberapa tahun sebelumnya ketika sang pemain belum mencicipi liga top Eropa.

1. Isak pernah menolak tawaran dari Madrid

Baru berusia 20 tahun saat ini, Isak sejatinya pernah dikaitkan dengan Los Blancos pada awal tahun 2017. Kala itu, bersama klub Swedia, AIK, pemain jangkung ini sempat dijadikan buruan oleh Madrid karena dilabeli sebagai The Next Zlatan Ibrahimovic.

Namun, apes bagi Madrid, justru itu jadi kali pertama mereka dikecewakan oleh Isak. Demi menit bermain dan pengalaman berkembang, ia menolak El Real dan memilih menerima pinangan Borussia Dortmund. Januari 2017, resmi sudah Isak hengkang ke Jerman bersama Die Borussen.

2. Sempat gagal bersinar di Dortmund, Isak menemukan ekosistem yang pas di Sociedad

Menghabiskan dua tahun di Dortmund B, Isak kesulitan menembus tim utama Dortmund dan harus mengubur mimpinya untuk bisa bersinar di Signal Iduna Park. Pada 2019 di bulan Januari, ia sempat dipinjamkan ke tim Eredivisie, Willem II, sebelum akhirnya nasib membawanya ke Spanyol.

Setengah musim saja di Belanda, Real Sociedad datang dengan tawaran 6 juta euro untuk memboyongnya ke Basque. Di sana, Isak langsung jadi andalan utama, menggeser penyerang yang lebih senior, Willian Jose. Ditopang Martin Odegaard, Adnan Januzaj, dan Mikel Oyarzabal, Isak kini sudah mencetak 13 gol di semua kompetisi dan jadi bagian penting skuat Sociedad.

3. Alexander Isak beri luka kedua bagi Madrid di Copa del Rey

Di laga dini hari tadi, Isak berkontribusi di seluruh gol timnya ke gawang Madrid. Gol pertama yang dicetak Odegaard bersumber dari sepakannya yang gagal diamankan Areola. Ia lalu mencetak gol kedua dan ketiga timnya, sebelum akhirnya memberi asis untuk gol keempat Sociedad yang dicetak Mikel Merino.

Berkat tambahan dua gol itu sendiri, selain memastikan ia memberi luka kedua bagi Madrid di kandangnya sendiri, Isak juga mematenkan namanya sebagai top skor sementara Copa del Rey dengan koleksi 7 gol.