Akibat yang Terjadi Jika Usus di Perut Tidak dalam Kondisi Sehat

Akibat yang Terjadi Jika Usus di Perut Tidak dalam Kondisi Sehat

Akibat yang Terjadi Jika Usus di Perut Tidak dalam Kondisi Sehat

Akibat yang Terjadi Jika Usus di Perut Tidak dalam Kondisi Sehat

Tamantoto Togel – 70 persen mikrobioma dalam tubuh setiap orang yang mencakup virus, bakteri, eukariota terdapat di dalam usus. Jumlah mikrobioma setiap orang berbeda-beda tergantung pola makan, gaya hidup dan kondisi genetik masing-masing. Mikrobioma tersebut sangat berpengaruh terhadap usus. Bahkan jika antara mikrobioma baik dan jahat dalam tubuh tidak seimbang, dapat berpengaruh pada kesehatan. Di antaranya dapat menyebabkan:

1. Bau mulut

Makanan yang kita makan sering dikaitkan dengan bau mulut. Dan ternyata mikrobioma yang terdapat pada usus pun memengaruhi hal tersebut. Bahkan jika bau mulut sudah kronis.Gejala yang ditimbulkannya berupa rasa sakit, sensasi terbakar di perut, berat badan menurun dan sering bersendawa.

2. Sugar craving

Ketika mikrobioma dalam usus tidak seimbang, hal lain yang ditimbulkan adalah kerap ingin memakan makanan yang manis. Untuk mendapatkan makanan tersebut, mikrobioma jahat akan merangsang kita seolah-olah ingin sekali memakan makanan tertentu. Bukan makanan manis saja, bahkan mikrobioma tersebut bisa juga mengarahkan ke berbagai jenis makanan lainnya.

3. Insomnia

mikrobioma dalam tubuh berhubungan erat dengan ritme sirkadian. Apalagi ketika stres, selain menganggu kuliatas tidur juga berdampak pada mikroba dalam usus yang mengakibatkan peradangan.antara kualitas tidur dan mikroba dalam tubuh memiliki korelasi yang positif.

4. Sistem kekebalan tubuh menurun

Mungkin kamu pernah mendengar orang jatuh sakit karena terkena terinfeksi virus atau bakteri. Hal tersebut dipengaruhi oleh jumlah mikrobioma baik dan jahat dalam tubuh tidak seimbang. keberadaan bakteri tertentu (bakteri baik) pada usus dapat mencegah berbagai penyakit mulai kanker dari hingga jantung.

5. Sembelit

Ketika usus dalam tubuh tidak sehat pasti memengaruhi tugas dan fungsinya juga sebagai pencerna makanan dan pengelola zat gizi. Dampaknya adalah pada pembentukan feses yang tidak efektif bahkan feses tersebut bisa menumpuk dalam tubuh berhari-hari (sembelit).

Intinya, mikrobioma dalam usus sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh dan kesehatan usus itu sendiri. Untuk mengembalikan fungsinya agar kembali optimal, adalah dengan memakan makanan sehat dengan bergizi seimbang serta menjaga gaya hidup sehat. Dan untuk meminimalkan jumlah mikrobioma jahat adalah dengan banyak memakan sayuran serta buah-buahan tinggi serat.