6 Kasus Perundungan yang Berakhir Tragis

6 Kasus Perundungan yang Berakhir Tragis

6 Kasus Perundungan yang Berakhir Tragis

6 Kasus Perundungan yang Berakhir Tragis

Togel Online – Bully atau perundungan sering menghantui anak-anak umur sekolah dari jenjang sangat rendah sekalipun. Tidak tidak banyak orangtua yang memandang bullying sebagai urusan yang wajar terjadi di dunia anak-anak.

Agen Bola Terpercaya – Hal tersebut terjadi sebab mengusung permakluman, namanya pun anak-anak.Kalau tidak dipedulikan bullying justru dapat merusak mental anak, terlebih andai sang anak memiliki jati diri melankolis yang ingin sensitif.

Prediksi Togel Paling Jitu – Beberapa korban perundungan menyatakan mengalami depresi. Bahkan di Amerika Serikat tidak sedikit remaja yang mati bunuh diri dampak tidak tahan bakal olok-olok, baik dalam kehdiupan keseharian maupun di dunia maya. Tak tidak banyak masalah sepert ini berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Sebagai misal dan dikutip dari pelbagai sumber, terdapat enam permasalahan perundungan yang selesai tragis dan berujung maut. Tentu anda semua bercita-cita peristiwa laksana ini tak akaterulang lagi dan jadi latihan berharga untuk kita semua.

1. Bethany Thompson (Ohio, AS) 

Seorang remaja mempunyai nama Bethany Thompson bunuh diri pada 19 Oktober 2016. Berdasarkan keterangan dari ibunya yang mempunyai nama Wendy Feucht, putrinya tidak tahan lagi menjadi bahan tertawaan teman-temannya.

Saat masih berusia tiga tahun, remaja yang berasal dari Cable, Ohio,Amerika Serikat, tersebut mendapat diagnosis tumor benak kecil sampai-sampai ia mesti menjalani susunan perawatan radiasi sampai akhirnya pada 2008 ia ditetapkan bebas kanker. Namun, perawatan radiasi dominan kepada senyuman anak itu.

Senyumnya tidak lurus sampai-sampai ia menjadi bahan cacian sejumlah anak pria di kelasnya. Pada hari nahas tersebut, remaja yang baik hati, penyayang, dan energik itu mengeluhkan tidak tahan untuk seorang sahabatnya. Lalu ia mengejar senjata yang ditabung tersembunyi di dalam lokasi tinggal dan ia menembak dirinya sendiri.

Sekolah lokasi Bethany menuntut ilmu, Triad Middle School, sempat menyelidiki sangkaan perundungan tersebut dan ibu korban telah bicara pada kepala sekolah pada dua hari sebelum kejadian. Pihak sekolah membetulkan sudah memahami adanya perundungan namun gagal menghentikannya.

2. Brandy Vela (Texas, AS)

Seorang remaja asal Texas, AS, mempunyai nama Brandy Vela tidak tahan menghadapi perundungan dari sekitarnya. Terutama ulah sebanyak siswa di sekolah yang mencatut potret remaja tersebut dan menciptakan akun palsu di Facebook yang berisi anjuran melakukan hubungan seks.

Pada 29 November 2016, siswi di Texas City Independent School District (TCISD) tersebut mendadak mengantarkan pesan pendek guna pamit untuk keluarganya yang paling mengagetkan. Raul Vela, ayah remaja itu, beserta kakek dan neneknya cepat-cepat bergegas menggali tahu apa yang terjadi.

Sayangnya, mereka rerlambat sebab mendapati gadis berusia 18 tahun tersebut di kamarnya sedang berdiri memegang pistol. Ia meninggal sejumlah jam lantas setelah menembak dirinya.

Berdasarkan keterangan dari Jackie, kakak wanita korban, adiknya sering dicibir bersangkutan berat badan. Bahkan, semenjak April 2016, ia menjadi korban cyber-bullying tanpa henti setelah sebanyak siswa mulai menciptakan akun palsu yang mengakali nama remaja itu, seakan ia menawarkan hubungan seksual.

3. Ronin Shimizu (California, AS)

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga dapat jadi pelaku bully. (Sumber Foto:goodtoknow)
Ronin Shimizu, seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Amerika Serikat, memilih guna menghabisi nyawanya sendiri pada 3 Desember 2014. Penyebabnya, sebab mengalami perundugan oleh teman-temannya sesudah ia bergabung dengan kumpulan pemandu sorak (cheerleader).

Berdasarkan keterangan dari teman korban, Shimizu menjadi cibiran setelah menjadi satu-satunya pria yang menjadi anggota cheerleader di Folsom Middle School, California, dan bahkan dituding sebagai seorang gay. Seperti diberitakan New York Daily News, orangtua korban pernah mengeluhkan untuk pihak sekolah mengenai kejadian yang dirasakan anak mereka.

Sampai kesudahannya Ronin menjalani edukasi di lokasi tinggal (homeschooling) di bawah arahan Folsom Cordova Unified School. Namun perundungan terus saja dilangsungkan terutama melewati dunia maya. Untuk sang sahabat, Hunter Reed, Ronin ialah sosok periang dan selalu energik dengan apa yang ia sukai,

4. Amanda Todd (Kanada)

Seorang remaja asal Kanada, Amanda Todd, bunuh diri pada 10 Oktober 2010. Ia mengerjakan tindakan itu di usianya yang baru 15 tahun sebab tidak tahan menjadi ejekan di dunia maya.

Semua berawal dari empiris chatting dengan webcam bareng teman-temannya ketika masih duduk di ruang belajar 7. Mereka memuji kecantikannya, dan lantas memintanya berpose vulgar di depan kamera. Merasa tersanjung, ia juga iseng melakukannya.

Tidak terjadi apapun ketika itu. Sampai satu tahun kemudian, hidupnya berubah. Foto-foto ketika ia berpose vulgar beredar di internet, dan seseorang berjuang memerasnya. Orang tersebut tahu betul informasi detail mengenai Amanda, bahkan menggunakan potret payudaranya sebagai profile picture di jejaring sosial.

5. Sonya (Medan)

Hargai diri sendiri, tidak boleh biarkan dirimu terus dirundung kecewa. (Foto: mic.com)
Seorang siswi SMA di Kota Medan, Sumatera Utara menciptakan geger publik pada April 2016 sebab memarahi seorang Polwan ketika dia ditilang.

Dengan nada tinggi, siswi yang baru saja selesai mengekor Ujian Nasional dan masih mengenakan seragam yang dicorat-coret itu, menakut-nakuti sambil menunjuk-nunjuk sang Polwan dengan menyatakan sebagai anak seorang jenderal.

Gadis yang kemudan diketahui bareng Sonya tersebut mengaku sebagai anak Arman Depari, seorang petinggi kepolisian berpangkat inspektur jenderal (irjen) yang saat tersebut menjabat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sonya dan kawan-kawannya tak jadi ditilang. Namun sesudah video dirinya menyatakan sebagai anak jenderal jad viral, Arman Depari angkat bicara dan menuliskan tak punya anak mempunyai nama Sonya. Meski begitu Arman enggan memperpajang masalah itu dan tidakmelakukan tuntutan. Saat Sonya ketahuan berbohong, ia langsung jadi korban perundungan di media sosial.

Beberrapa hari kemudian, berita duka datang dari pihak Sonya. Ayahnya, akmur Sembiring Depari, meninggal dunia Kamis 7 April 2016 pagi, dampak menderita stroke.Dengan adanya berita duka ini, Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pihaknya tidak bakal memperpanjang permasalahan Sonya.

6. NAA (Jakarta)

Seorang murid SD Negeri di area Kebayoran Lama, Jakarta Selatan berinisial NAA meninggal dunia di tangan rekan sekelasnya berinisial R pada 18 September 2015.

Bocah berusia 8 tahun tersebut tewas dampak beberapa luka di unsur kepala dan dada sesudah perkelahian terjadi dengan R. Pelaku diketahui memukul di unsur dada dan menendang unsur kepala hingga korban terjatuh.

Pukulan tersebut menyebabkan luka di unsur kepala unsur belakang dan dada. Perkelahian tersebut terjadi bermula dari perundungan yang kerap dilaksanakan R pada NAA.