6 Alasan Kenapa Usia 22 adalah Usia dengan Tantangan Hidup Terberat

6 Alasan Kenapa Usia 22 adalah Usia dengan Tantangan Hidup Terberat

6 Alasan Kenapa Usia 22 adalah Usia dengan Tantangan Hidup Terberat

6 Alasan Kenapa Usia 22 adalah Usia dengan Tantangan Hidup Terberat

Usia 22 tahun ialah usia di mana anda sudah tidak lagi anak remaja yang mesti mengandalkan orangtua. Tapi di umur ini pun kamu akan menikmati bahwa jadi orang dewasa sama sekali bukan urusan yang gampang. Ngaku aja deh, tidak jarang banget pada umur ini kamu hendak kembali jadi anak remaja atau anak sekolah lagi, namun gak bisa.

Makanya, 22 tahun ialah usia dimana anda akan merasakan tantangan terberat dalam hidupmu. Tinggal kamunya saja, apakah anda sanggup melewatinya, atau tidak. Berikut tujuh alasannya.

1. Kamu telah lulus kuliah dan anda akan menikmati sulitnya menggali kerja

Kamu bakal sampai di mana anda tidak akan dapat tidur menantikan panggilan kerja yang tidak kunjung datang, anda akan menikmati sulitnya menggali pekerjaan dan bertemu dengan orang-orang yang pun mencari kegiatan tapi belum menemukannya. Semua ini jadi lebih berat lagi untuk anda yang tidak punya koneksi dan tidak bermunculan dari family yang berkecukupan.

2. Kamu yang belum sempat melanjutkan kuliah dan langsung kerja sesudah lulus SMA akan menikmati kejenuhan dengan pekerjaanmu

Kalau anda langsung bekerja sesudah lulus SMA, tersebut tandanya anda sudah merasakan lebih dari dua tahun masa bekerja yang dengan kata lain kamu bakal sampai pada masa bosan dan bingung lagipula yang mesti anda lakukan. Kamu jadi laksana kehilangan identitas mengenai siapa dan apa yang seharusnya anda lakukan.

3. Kamu berada di percabangan antara karir atau pasangan

Kamu jadi bingung mana yang mesti anda prioritaskan lebih dahulu. Kalau anda mendahulukan karier, anda akan cemas pasanganmu bakal menyerah padamu dan bila kamu memprioritaskan pasangan, anda khawatir tidak akan dapat meraih apapun yang kamu mau dalam pekerjaanmu.

Tempat Aman Bermain Togel Hongkong Hanya di Tamantoto

4. Di umur 22 tahun, kamu tidak lagi anak kecil dan anda dituntut guna bersikap layaknya orang dewasa sejumlah apapun kendala yang anda hadapi

Kamu tidak dapat lagi bersikap laksana anak kecil yang memilih pergi ketika menghadapi urusan yang buruk, anda tidak dapat seperti tersebut karena anda harus menghadapinya. Walaupun susah, anda tidak dapat merengek dan pergi begitu saja, anda tetap mesti menghadapinya.

5. Kamu tidak dapat lagi menjadikan orangtua atau orang beda sebagai tempatmu mengadu

Kadang anda merasa lelah, kadang anda merasa laksana mesin berlangsung yang dikobarkan tanpa dimatikan, kadang anda capek bekerja terus dan terus, anda capek dengan tuntutan hidup, tapi anda tidak dapat bergantung pada siapapun tergolong orangtuamu. Yang anda punya hanyalah dirimu dan anda harus inginkan tidak inginkan bergantung pada dirimu sendiri.

6. Di umur ini, kamu putus asa tentang apa yang akan anda lakukan di masa depan

Kamu merasakan masa dimana anda tidak tahu sama sekali apakah anda sudah sedang di jalur yang benar atau tidak. Kamu yang telah bekerja di umur ini bakal mulai mempertanyakan apakah pekerjaanmu telah tepat? Apa ini yang anda mau? Apa ini yang hendak kamu lakukan sampai tua? Kalau tidak kemudian harus ke bidang apa? Harus kerja apa? Semua pertanyaan tersebut sangat menciptakan galau.