5 Momen Kesedihan yang Pasti Dirasakan oleh Kamu yang Merantau

5 Momen Kesedihan yang Pasti Dirasakan oleh Kamu yang Merantau

5 Momen Kesedihan yang Pasti Dirasakan oleh Kamu yang Merantau

AGEN CASINO – 5 Momen Kesedihan yang Pasti Dirasakan oleh Kamu yang Merantau
Pergi merantau untuk mewujudkan cita-cita memang tak pernah segampang itu. Ada banyak kesedihan yang pasti dirasakan oleh anak rantau yang harus dihadapi.

Namun semua itu tentunya mampu mengajarkan kita supaya menjadi sosok yang lebih baik. Inilah 5 momen kesedihan yang selalu dirasakan oleh anak perantauan, apakah kamu pernah merasakannya?

1. Kamu bersedih karena momen besar seperti lebaran atau natal tak bisa pulang

Sudah menjadi hal umum jika saat lebaran atau natal anak perantauan tak bisa pulang. Mahalnya ongkos pesawat untuk pulang menyebabkan anak rantau memilih tak pulang. Walau pahit dan tak bisa merayakan hari raya, anak rantau tak punya pilihan.

2. Kamu merasa kehilangan dan sedih karena saat sakit di perantauan kamu tak bisa dirawat oleh orangtua

Momen selanjutnya yang selalu membuat sedih adalah saat sakit kamu harus menjaga dirimu sendiri karena terpisah jauh dengan orangtua. Meskipun harus terpisah jauh namun kamu tetap harus bertahan dan merawat dirimu sendiri.

3. Kamu tak bisa pulang saat ayah atau ibumu sakit

Hal yang paling menyesakan jiwa adalah ketika harus mengetahui kabar jika orang tua kita sakit namun kita tak bisa berkunjung karena mahalnya biaya transportasi. Apalagi jika orangtua sakit keras, kita cuma bisa berdoa agar semuanya baik-baik saja.

4. Kamu merasa sangat kehilangan saat mereka berkunjung kepadamu namun mereka harus pulang kembali ke kampung halaman

Momen ini tak kalah menyedihkan bukan? Apalagi jika orang tua harus pulang kembali ke kampung halaman setelah bertemu denganmu. Pastinya kamu akan merasa sedih karena harus berpisah lagi dengan mereka bukan?

5. Saat mendapatkan kegagalan, kamu tak bisa berbagi dengan orang tua dan cukup memendamnya sendiri

Kamu pun tak bisa berbagi setiap kesedihan dan kegagalan yang dialami dan hanya mampu memendamnya sendiri karena tak mau orang tua khawatir. Meski begitu, saat kamu jauh dari orangtua kamu benar-benar belajar untuk mandiri dan dewasa serta belajar untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Semua ini tentu saja merupakan bekal untukmu kelak saat nanti kamu mempunyai keluarga, tentunya kamu lebih mudah untuk menjadi mandiri dan tak tergantung lagi pada orang tua.

Bagaimana pun, kamu harus tetap menjalin komunikasi dengan keluarga di kampung halaman. Mereka tentu akan selalu memberimu semangat di kala suka maupun duka.