5 Mitos tentang Telur yang Sebaiknya Kita Berhenti Percaya, Cek Ya!

5 Mitos tentang Telur yang Sebaiknya Kita Berhenti Percaya, Cek Ya!

5 Mitos tentang Telur yang Sebaiknya Kita Berhenti Percaya, Cek Ya!

5 Mitos tentang Telur yang Sebaiknya Kita Berhenti Percaya, Cek Ya!

Telur seakan menjadi makanan sejuta umat. Harganya murah dan dapat diolah menjadi apa saja. Rasanya telur telah jadi menu mesti sehari-hari.

Terlepas dari rasanya yang enak dan gampang diolah, ada sejumlah mitos yang masih diandalkan sebagian orang. Di antaranya laksana di bawah ini:

1. Telur mentah jadi sumber protein terbaik daripada dimasak

5 Mitos tentang Telur yang Sebaiknya Kita Berhenti Percaya, Cek Ya!Sebenarnya orang Indonesia lebih suka makanan yang matang, namun kadang anda tergiur dengan tampilan telur separuh matang yang begitu menarik. Apalagi tidak sedikit yang bilang bila telur mentah mempunyai sumber protein terbaik dibanding sesudah dimasak.

Padahal tak begitu juga. Faktanya, tubuh sebetulnya menyerap nyaris dua kali lipat protein dari telur yang dimasak daripada yang mentah.

2. Telur yang ditabung di dalam kulkas jadi awet

5 Mitos tentang Telur yang Sebaiknya Kita Berhenti Percaya, Cek Ya!Banyak yang berpikir telur bakal lebih tahan lama kalau ditabung di dalam kulkas. Nyatanya, kualitas telur yang ditabung di lemari pendingin bakal menurun, lagipula kalau ditabung lebih dari dua jam.

Jika lebih dari dua jam, menurut keterangan dari United Egg Producers Association, telur bakal berkeringat dan memfasilitasi perkembangan bakteri berbahaya. Bisa pun memicu perkembangan jamur di dalam telur.

3. Kuning telur lebih bergizi daripada putihnya

Sebagian orang lebih suka kuning telur dibanding putihnya, dan sebaliknya. Di samping rasanya lebih gurih, kuning telur dirasakan mempunyai gizi yang lebih tinggi. Padahal gak juga.

Nutrisi yang didapat dari kuning dan putih telur dapat dibilang sama saja. Hanya saja, dua-duanya memiliki faedah masing-masing. Misalnya putih telur lebih dapat digunakan untuk menciptakan kue dibanding kuningnya.

4. Tali putih kecil yang melekat pada sejumlah kuning telur mesti dicungkil sebelum dimasak

5 Mitos tentang Telur yang Sebaiknya Kita Berhenti Percaya, Cek Ya!

Ketika memecahkan telur, mungkin anda sering menyaksikan benda kecil, putih, laksana tali yang melekat pada kuning telur. Nah, untaian tersebut disebut chalazae. Chalazae ini menolong menahan kuning telur agar tetap sedang di tengah. Jadi tak butuh dilepaskan, sebab kandungan protein pada telur bakal tetap sama.

5. Mitos mengenai bintik-bintik darah pada telur ialah tanda pembuahan

Bintik-bintik darah pada telur bukan berarti pembuahan ya. Biasanya menjadi tanda pecahnya pembuluh darah yang barangkali terjadi saat telur terbentuk di dalam induk ayam. Bintik-bintik ini jarang terjadi, dapat juga diakibatkan oleh genetika ayam atau defisiensi vitamin A.

Jadi, jangan dilemparkan ya! Bintik-bintik itu tidak berbahaya, dan anda masih dapat mengonsumsinya, asalkan dimasak sampai matang.

Nah, itulah lima urusan mitos mengenai telur yang usahakan tak butuh dipercaya. Mana yang sangat sering anda dengar dan lakukan, nih?